MEDIASANTRI – Bulan Rajab sudah berada di penghujung dan berbagai macam amalan sudah diamalkan oleh sebagian muslim dari awal hingga sekarang.
Menurut ulama kharismatik Almarhum KH Maimoen Zubair atau sering disebut Mbah Moen, Pada bulan Rajab terdapat hari yang istimewa, salah satu waktu yang mulia di bulan Rajab adalah tanggal 10 yang mana pada tanggal 10 Rajab adalah waktu turunnya cahaya (nur) Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, pada bulan Rajab juga terdapat waktu yang jangan terlewatkan. Waktu tersebut adalah Jumat terakhir bulan Rajab. Pada Jumat terakhir Rajab ada amalan yang begitu istimewa.
Sebelum membahas amalan terakhir di bulan Rajab, umat Islam perlu mencatat terlebih dahulu waktunya. Lantas, kapan Jumat terakhir bulan Rajab?
Berdasarkan kalender yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Jumat terakhir Rajab jatuh pada 9 Februari 2024 yang bertepatan tanggal 28 Rajab 1445 H.
Mengutip dari berbagai media, amalan Jumat terakhir bulan Rajab di antaranya yang diijazahkan dari sulthanul ulama dari Yaman, almukarram Al-Syekh Al-Habib Salim bin Abdullah Al-Syathiri saat berkunjung ke Indonesia.
Berikut adalah amalannya.
أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
Ahmad Rasululloh Muhammad Rasululloh.
Artinya: “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”
Amalan ini dibaca saat khatib duduk di antara khutbah kedua sebanyak 35 kali. Di antara keutamaannya adalah agar di sepanjang tahun uang di tangan kita tidak habis untuk memenuhi segala kebutuhan. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan berhasil.
Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menulis keterangan dari gurunya, Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith sebagai berikut.
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
Artinya: “Faedah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh’. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil.” (Al-Habib Ali bin Hasan Baharun, Al-Fawaid al-Mukhtarah, halaman: 445)
Itulah amalan pada Jumat terakhir bulan Rajab. Sebagaimana yang disampaikan para ulama, dan yang terpenting apapun amalannya maksud utamanya adalah untuk mendekatkan diri di sisi Alloh serta diniati mengikuti jejak perilaku para ulama terdahulu.
Wallohu ‘alam








Discussion about this post