• Login
Jumat, Juni 5, 2026
No Result
View All Result
MEDIA SANTRI
  • SANTRI
  • PESANTREN
  • TOKOH
  • OPINI
  • SANTRI
  • PESANTREN
  • TOKOH
  • OPINI
No Result
View All Result
MEDIA SANTRI

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya Dorong Alumni Pesantren Cipasung Turut Makmurkan Negara

Idar Rifa'i Mubarok Idar Rifa'i Mubarok
Rabu, 28 Juli 2021
Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya Dorong Alumni Pesantren Cipasung Turut Makmurkan Negara
21
BAGIKAN

SANTRI.MEDIAJABAR.COM, TASIKMALAYA – Pimpinan Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, KH A Bunyamin Ruhiat, menugaskan kepada para alumninya agar dapat memakmurkan negara. Sebab, salah satu perintah Allah kepada makhluknya adalah membuat bumi ini makmur, aman, sentosa. “Memakmurkan bumi ini sesuai kemampuan masing-masing, i’malu ‘ala makanatikum (bekerjalah sesuai dengan profesi masing-masing),” kata Kiai A Bunyamin pada peringatan haul ke-44 Almaghfurlah KH Ruhiat dan haul ke-14 KH Ilyas Ruhiat di Cipasung, Tasikmalaya, Senin (26/7) malam.

 

ARTIIKEL TERKAIT

PCNU Subang Resmi Luncurkan Safari Ramadhan di Ponpes Al-Falah Palasari Ciater

Isra Mi’raj: Momen Refleksi Spiritual dan Kebangkitan Umat

Kolaborasi Santri dan Pengurus: Bersama Membangun Renovasi Pondok Pesantren Darul Falah

Ia menyampaikan, alumni yang mempunyai ilmu pengetahuan hendaklah mengabdi kepada negara melalui ilmu pengetahuannya, yang mempunyai harta kekayaan berjuang melalui hartanya. Begitu pun dengan yang memiliki kedudukan di masyarakat mulailah berjuang melalui jalan itu. “Namun perlu diingat, dalam memakmurkan negara, kalian hendaklah meniatkan tiga hal. Meniatkan yang benar, beramar ma’ruf nahi munkar, dan niat menguatkan agama melalui ilmu, harta, dan kedudukan,” terang Kiai Abun, sapaan akrabnya.

 

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya itu pun menerangkan, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa ada empat hal yang dianjurkan untuk menjalankan kewajiban berbuat baik sebagai tanda kebaktian kepada seseorang yang telah meninggal, terlebih pada orang tua.

 

“Pertama, menshalatkan kedua orang tua di hari wafatnya. Kedua, mendoakannya setiap waktu, mendoakan itu tidak ada batas waktunya. Dan itu sering kita lakukan di hari ke-3, 7, 40, hingga 100 hari. Bahkan setiap tahunnya,” terang putra ke-9 KH Ruhiat ini.

 

Ketiga, lanjut dia, melanjutkan kiprah perjuangan kedua orang tua. Dalam hal ini bagi kalangan pesantren, perjuangan itu ditandai dengan melanjutkan kiprah berdakwah dalam menyebarkan agama Islam rahmatan lil alamin. “Yang sering disebut dan ditegaskan oleh Abah (KH Ruhiat), ulah aya urut pasantren (jangan ada namanya bekas pesantren), begitu. Terutama kepada alumni yang sudah berhasil mendirikan pesantren, hal-hal seperti itu jangan sampai terulang,” tegasnya.

 

Karena menurutnya, sekarang ini banyak ditemukan pesantren besar khususnya di Tasikmalaya yang perjuangannya mandeg bahkan terbengkalai akibat tidak ada penerus dari pihak keluarga. Hal itu terbukti dari banyaknya pesantren besar yang kini malah dipimpin dan dikelola oleh orang ‘luar’ (bukan dzuriyah pesantren). “Ke mana mereka (pewaris) pesantren itu. Nah ini harus kita pikirkan,” tegas Kiai Abun.

 

Keempat, yaitu menyambungkan tali silaturahim dengan cara memuliakan kolega, teman dekat, dan orang-orang yang kenal dengan almarhum. Ia menjelaskan, hal itu serupa dengan perintah Allah yang termaktub dalam surat Maryam ayat 13-15. “Doa bersama (haul) ini insyaallah akan sampai kepada almarhum, dan kita yang membacanya juga insyaallah akan mendapat pahala,” jelas Kiai Abun.

 

Ia mengungkapkan, alasan mengapa doa bersama peringatan kewafatan dilakukan setahun sekali adalah mengikuti keumuman peringatan hari-hari besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

 

Di samping itu, peringatan wafatnya ulama atau pendiri pesantren juga merupakan ajang mempererat silaturahim antar-kalangan di masyarakat mengikuti apa yang telah diperintahkan oleh Allah swt. “Seperti doa bersama kali ini, yakni merupakan ajang silaturahim antara keluarga pesantren dengan alumni, dan pesantren dengan masyarakat. Sebagaimana firman Allah pada surat ar-Ra’du ayat 21,” ungkapnya.

 

Secara khusus, Kiai Abun meminta kepada para alumni santrinya agar menitikberatkan berbagai macam ilmu-ilmu pengetahuan di lingkungan pesantren supaya kelak dari rahim pesantren lahir generasi-generasi emas yang melanjutkan perjuangan dakwah para ulama di negara Indonesia. “Terutama para santri yang merupakan syubbanul yaum rijalul ghad, sekarang kalian jadi pemuda, besok kalian jadi calon-calon pemimpin,” pinta Kiai Abun.

[nuonline].

Share8Tweet5SendSend

BACA JUGA

PCNU Subang Resmi Luncurkan Safari Ramadhan di Ponpes Al-Falah Palasari Ciater

PCNU Subang Resmi Luncurkan Safari Ramadhan di Ponpes Al-Falah Palasari Ciater

Rafiif Izaaz Subardi
Minggu, 8 Maret 2026
0

SANTRI.MEDIAJABAR.COM, BANDUNG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Subang menggelar Safari Ramadhan perdananya di Pondok Pesantren Al-Falah Kecamatan Ciater Sabtu...

Isra Mi’raj: Momen Refleksi Spiritual dan Kebangkitan Umat

Isra Mi’raj: Momen Refleksi Spiritual dan Kebangkitan Umat

Rafiif Izaaz Subardi
Sabtu, 18 Januari 2025
0

SANTRI.MEDIAJABAR.COM – Guna meningkatkan kualitas keimanan dan keteladanan kepada Baginda Rasulullah, seluruh Santri dan masyarakat beserta Jama’ah Kampung Patrol RT....

Kolaborasi Santri dan Pengurus: Bersama Membangun Renovasi Pondok Pesantren Darul Falah

Kolaborasi Santri dan Pengurus: Bersama Membangun Renovasi Pondok Pesantren Darul Falah

Rafiif Izaaz Subardi
Sabtu, 28 Desember 2024
0

SANTRI.MEDIAJABAR.COM, SUBANG - Pondok Pesantren Darul Falah Subang sedang melaksanakan program renovasi yang melibatkan sebagian santri dan kalangan pengurus pesantren....

Memperingati Isra Mi’raj di Pondok Pesantren Darul Falah Subang, Ustd Ahmad Syarifudin, S.H Paparkan Hikmah yang Bisa Diambil

Memperingati Isra Mi’raj di Pondok Pesantren Darul Falah Subang, Ustd Ahmad Syarifudin, S.H Paparkan Hikmah yang Bisa Diambil

Rafiif Izaaz Subardi
Sabtu, 17 Februari 2024
0

SANTRI.MEDIAJABAR.COM - Guna meningkatkan kualitas keimanan dan keteladanan kepada Baginda Rasulullah, seluruh Santri dan Alumni beserta Jama'ah Pondok Pesantren Darul...

Masih Layakkah Tasikmalaya Dijuluki Kota Santri? Simak Berikut Jawabannya!

Masih Layakkah Tasikmalaya Dijuluki Kota Santri? Simak Berikut Jawabannya!

Media Santri
Rabu, 7 Februari 2024
0

MEDIASANTRI - Memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak di Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya tidak heran jika dijuluki sebagai kota santri atau...

Suara Film One Piece Ternyata Pengisinya Adalah Santri dan Siswa Madrasah

Suara Film One Piece Ternyata Pengisinya Adalah Santri dan Siswa Madrasah

Rafiif Izaaz Subardi
Minggu, 3 September 2023
0

SANTRI.MEDIAJABAR.COM, JAKARTA - Maher Khairi Geubrillah siswa MTSN Kota Tangerang dan Iqlima Aydin Neubrillah santri Pesantren Mahasina Bekasi ikut terlibat...

Next Post
Ponpes Darul Falah Menggelar Acara Mengenang 100 Hari Wafatnya Almarhum Ustad Ridwan dan Milad Pondok Ke-21

Ponpes Darul Falah Menggelar Acara Mengenang 100 Hari Wafatnya Almarhum Ustad Ridwan dan Milad Pondok Ke-21

Discussion about this post

Redaksi

Kompleks PIP Darul Falah, Jl. Patrol-Panyeredan, RT.11/04 Desa Cimanggu, Kec. Cisalak, Subang 41283

Telepon: 0260-4741653

Informasi

MEDIA JABAR GRUP Membuka Peluang Kolaborasi, Cek Syaratnya

Tentang

MEDIA SANTRI (santri.mediajabar.com) adalah portal berita yang dikelola oleh para santri, dan merupakan bagian dari MEDIAJABAR.COM atau PT Media Jabar Grup, sebuah portal berita hiperlokal yang berkantor pusat di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2020 MEDIASANTRI. - All right reserved.

No Result
View All Result
  • SANTRI
  • PESANTREN
  • TOKOH
  • OPINI

Copyright © 2020 MEDIASANTRI. - All right reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In